Melakukan Pekerjaan Bapa

Posted: 11th April 2012 by Johan,S.Kom in Uncategorized
Tags:

Melakukan Pekerjaan Bapa

 

Dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa, orang lain akan melihat dan percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat.

Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. ~ Matius 5:16

 

Iman Kebangkitan Yang Menyelamatkan

 

Galatia 2:16
Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 99; Lukas 11; Yosua 9-10

Hari ini adalah Minggu Paskah. Bagi banyak orang hari ini hanya berarti sebatas kewajiban pergi ke gereja dan menikmati liburan. Setelah itu, hidup akan terus berjalan sebagaimana biasanya.

Sungguh menyedihkan bagaimana kita sebagai orang Kristen begitu mudah melupakan makna Paskah yang sebenarnya. Paskah berarti Allah kita telah berkuasa atas maut. Yesus Kristus memang telah mati, namun hal yang lebih penting adalah Yesus bangkit kembali dan saat ini duduk di sebelah kanan Allah Bapa.

Yesus sungguh-sungguh menang atas kematian. Apa yang dilakukan-Nya lebih dari hanya sekedar trik sulap Houdini. Pujian kekaguman mungkin akan kita lontarkan saat menyaksikan aksi meloloskan diri dari maut ala David Copperfield dan rekan seprofesi lainnya. Namun para penantang maut ini akan menghadapi kematian suatu hari nanti. Kekuasaan yang mereka miliki terbatas.

Dan Yesus, Tuhan yang kita sembah, lebih besar dari mereka semua. Yesus berkuasa atas maut untuk selama-lamanya. Yesus Kristus hidup dan memerintah untuk selama-lamanya, tak peduli apakah Anda percaya terhadap fakta ini atau tidak. Namun itulah yang terjadi.

Tidak hanya sampai di situ. Yesus juga memberikan kehidupan kepada mereka yang percaya kepada-Nya. Inilah mukjizat kedua dari Paskah. Melalui karya Tuhan di kayu salib, kita pun memiliki akses yang sama untuk hidup dalam kekekalan.

Di dalam Roma 1:16-17 dikatakan, “Sebab aku ini mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”

Hari ini saya ajak setiap kita untuk merenungkan keajaiban kuasa Allah dan kasih-Nya bagi kita. Yesus mengenal Anda. Yesus tahu apa yang telah Anda lakukan. Bahkan Yesus tahu apa yang akan Anda lakukan. Yesus tahu apa yang terlintas di dalam pikiran Anda. Namun sesungguhnya Yesus sedang menantikan respon Anda. Tuhan tidak membutuhkan pujian maupun pelayanan Anda kepada-Nya; yang diinginkannya adalah bersekutu dengan ANDA secara pribadi.

Bukan perbuatan kita yang membuat kita masuk surga dan memiliki hubungan yang benar dengan Allah, namun hanya karena iman kita kepada Yesus Kristus. Kebangkitan Yesus bukanlah dongeng dan legenda yang menjual mimpi, tapi nyata menunjukkan betapa besar dan berkuasanya Allah kita.

Jika Kristus tidak dibangkitkan, apa yang kita yakini adalah sebuah kesia-siaan dan tak ada yang dapat membebaskan kita dari dosa.

Sumber : Jawaban.Com – Lestari E.P. / www.jawaban.com

Reputasi vs Integritas

Posted: 11th April 2012 by Johan,S.Kom in Uncategorized
Tags:

Reputasi vs Integritas

 

Reputasi adalah karakter Anda dikurangi kehidupan Anda yang dilihat orang. Integritas adalah karakter ditambah kehidupan Anda yang tidak dilihat orang.

“Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?” “Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.” ~ Mazmur 24:3-4

 

Standar Ganda

 

Mazmur 101:2

Aku hendak memperhatikan hidup yang tidak bercela: Bilakah Engkau datang kepadaku? Aku hendak hidup dalam ketulusan hatiku di dalam rumahku.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 101; Lukas 13; Yosua 13-14

Ukuran yang benar dari kesehatan rohani seseorang bisa dilihat di rumahnya. Kita bisa menjadi super rohani di tempat kerja, di komunitas kita, di sekolah, dan bahkan di gereja.. tetapi siapa diri kita yang sebenarnya akan terlihat di rumah kita.

Rumah adalah tempat dimana kita cenderung untuk menutup pintu dan dikelilingi oleh orang-orang yang tidak ingin kita buat terkesan. Rumah adalah tempat dimana kita mengendorkan kewaspadaan dan membuka semua topeng. Rumah adalah tempat kita tampil apa adanya, dimana kita bisa mengekspresikan diri. Dan seringkali, perbedaan antara kita di rumah dan diluar sangat dramatis.

Pemazmur menuliskan bahwa dirinya ingin hidup dalam ketulusan hati, dalam terjemahan bahasa Inggris penggalan ayat di atas adalah “I will live in my own home with integrity”. Dalam hal ini pemazmur ingin mengatakan bahwa hidupnya di luar rumah maupun di dalam rumah adalah sama, pribadi yang berintegritas. Ia selalu menjadi pribadi yang sama, baik bagi keluarganya maupun bagi rekan-rekan kerjanya.

Dapatkah kita mengatakan hal yang sama? Mari jalani hidup ini tidak dengan standar ganda. Milikilah integritas seperti Yesus, hidupilah kebenaran dimanapun kita berada. Dengan jalan demikian kita menjadi saksi-saksi Kristus yang tidak bercela dan tidak menjadi batu sandungan bagi siapapun, termasuk kaum keluarga kita sendiri.

Jangan hidup dalam standar ganda, hiduplah dalam integritas dimanapun kita berada.

Sumber : Adaptasi dari : Active Word with Pastor Bob Coy | Crosswalk.com / www.jawaban.com

Memandang Kepada Tuhan

Posted: 11th April 2012 by Johan,S.Kom in Uncategorized
Tags:

Memandang Kepada Tuhan

 

Kita harus berdoa dengan mata terarah kepada Tuhan, bukan kepada masalah kita.

Mataku tetap terarah kepada TUHAN, sebab Ia mengeluarkan kakiku dari jaring. ~ Mazmur 25:15

Call Center Sorgawi

 

Mazmur 99:6

Musa dan Harun di antara imam-imam-Nya, dan Samuel di antara orang-orang yang menyerukan nama-Nya. Mereka berseru kepada TUHAN dan Ia menjawab mereka.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 100; Lukas 12; Yosua 11-12

“Terima kasih sudah menghubungi kami, silahkan menunggu sebentar, Anda akan segera terhubung dengan operator kami,” pernahkah Anda mengalami hal ini? Ketika menghubungi customer service sebuah produk, seringkali kita dibuat menunggu. Bahkan tidak jarang kita dioper sana-sini, namun tetap saja kita tidak mendapatkan jawaban yang kita inginkan. Bukankah hal tersebut membuat frustrasi?

Namun kita sebagai orang percaya sungguh beruntung, Tuhan selalu merespon panggilan kita! Di Mazmur 99:6 dituliskan bahwa Tuhan menjawab seruan Musa, Harun dan Samuel. Bahkan Dia menjawab seruan umat-Nya ketika mereka memanggil-Nya.

Tentu saja, ada doa-doa kita yang tidak langsung dijawab, dan ada kalanya kita diminta untuk menunggu, tetapi semua itu dilakukan-Nya untuk menghasilkan ketekunan dan memperdalam akar iman kita dalam membangun hubungan dengan Tuhan. Dia adalah Allah yang responsif, dan tanggapan doa-doa kita selalu sejalan dengan rencana-Nya yang sempurna untuk kebaikan kita.

Percayalah, jika kita berseru kepada Tuhan, Dia tidak akan membiarkan kita frustrasi. Dia selalu memberikan jawaban yang tepat bagi permasalahan kita. Hari ini, apapun masalah Anda, segera hubungilah Tuhan. Call center sorgawi tidak pernah sibuk, Tuhan selalu punya waktu bagi kita, caranya cukup dengan berdoa.

Call center sorga tidak pernah terlalu sibuk untuk menjawab seruan doa Anda, jangan takut menghubungi Tuhan.

Sumber : Jawaban.com | Puji Astuti / www.jawaban.com

Pengharapan Dalam Kemustahilan

Posted: 11th April 2012 by Johan,S.Kom in Uncategorized
Tags:

Belajar Sebagai Murid

 

Kristus meminta kita mengikut Dia dan belajar sebagai murid dalam segala hal di seluruh kehidupan kita.

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik. ~ 2 Timotius 3:16-17

Pengharapan Dalam Kemustahilan


Roma 5:3-4
Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 102; Lukas 14; Yosua 15-16

Melalui broadcast message BBM, saya menerima kiriman video mengenai Nick Vujicic. Motivator yang mendunia ini kembali menginspirasi saya, bagaimana mungkin seorang pria yang tidak memiliki tangan dan kaki berhasil mengatasi kekurangan fisik yang dimilikinya dan berubah menjadi seorang motivator ulung.

Dalam video tersebut Nick berkata saat ia berusia 10 tahun, ia mencoba untuk bunuh diri dengan menenggelamkan dirinya. Saat itu ia benar-benar kehilangan pengharapan. Namun usaha bunuh diri itu gagal dan ia menyadari bahwa Tuhan memiliki rencana lain bagi hidupnya, memberikan pengharapan bagi orang lain melalui pengalaman hidupnya.

Meskipun secara fisik Nick terlihat jauh berbeda dari kebanyakan manusia di planet ini, namun ia percaya untuk memiliki pikiran dan rohani sehat yang berasal dari iman yang teguh jauh lebih penting dari apapun juga di dunia ini. Beberapa berita terakhir mengenai dirinya bahkan mengabarkan bahwa Nick telah menikah dengan seorang wanita cantik pada tanggal 10 Februari 2012 lalu. Sungguh luar biasa.

Di akhir video, sebuah kata-kata motivasi dari Nick Vujicic sungguh menyentak hati saya. “If you don’t get miracle… become one.” Kehidupan dan pidato-pidato yang disampaikannya telah menyentuh kehidupan jutaan orang, menyadarkan mereka bahwa Tuhan menciptakan setiap orang dengan sebuah tujuan yang indah, terlepas dari segala keterbatasan yang harus ditanggungnya di dunia ini.

Nick Vujicic berhasil bertahan mengatasi segala keterbatasan yang dimilikinya. Tumbuh dewasa sebagai seorang Nick Vujicic pastinya tidaklah mudah. Namun saat ini ia menjadi seorang yang begitu mencintai dan menikmati kehidupan.

Ketekunan Nick dalam menjalani hidup sungguh menginspirasi. Mencoba bertahan hidup dengan menghargai kehidupan yang Kristus anugerahkan di tengah segala kesulitan dapat membuat banyak orang frustrasi dan putus asa. Namun ketika kita bergantung sepenuhnya kepada Tuhan untuk menolong kita mengatasi kesulitan yang ada, Tuhan akan memberi kekuatan kepada kita untuk terus melangkah maju meskipun kita tak selalu dapat melihat penyelesaian dari masalah kita. Galatia 6:9 mengingatkan setiap kita untuk tidak jemu berbuat baik sehingga ketika tiba waktunya, kita akan menuai jika kita tidak menjadi lemah.

Apakah Tuhan yang penuh kasih menggunakan tantangan yang sepertinya mustahil diatasi untuk menghasilkan ketekunan dalam hidup kita? Izinkan Tuhan membentuk karakter ilahi di dalam kita, dan melalui karakter yang tahan uji itu akan timbul pengharapan (Roma 5:3-4).

Ketika cobaan menghadang untuk memperlambat hidup kita, akan lebih mudah bagi kita untuk menyerah. Namun dengan ketekunan, kita dapat mengatasi semua itu. Teruslah melangkah maju karena bersama dengan Kristus, kita akan keluar sebagai pemenang.

Saat dunia berkata sudah waktunya untuk menyerah, pengharapan akan berbisik, “Cobalah sekali lagi!”.

Sumber : Jawaban.Com – Lestari E.P. / http://www.jawaban.com/

Easter Tidak Sama dengan Paskah Bahkan Bertentangan (2/2)

Posted: 11th April 2012 by Johan,S.Kom in Uncategorized
Tags:

Alkitab sendiri secara langsung menyebutkan perbedaan antara Easter dan Passover. Kita tidak menemukan perbedaan itu di dalam Alkitab bahasa Indonesia, karena kata yang digunakan sama yaitu Paskah. Namun, kita dapat melihat perbedaannya di dalam Alkitab New King James Version (NKJV).

Herodes adalah pembenci umat Kristen, bahkan dia membunuh Yakobus, saudara Yohanes. Dia menyuruh menahan Petrus. “Setelah Petrus ditangkap, Herodes menyuruh memenjarakannya di bawah penjagaan empat regu, masing-masing terdiri dari empat prajurit. Maksudnya ialah, supaya sehabis Paskah ia menghadapkannya ke depan orang banyak. Herodes yang membenci umat Kristen itu hendak merayakan Paskah sebelum mengadili Petrus atau kenapa harus menunggu Paskah?

Kita lebih mengerti dalam versi NKJ, dikatakan,  “And when he had apprehended him, he put him in prison, and delivered him to four quaterion of soldiers to keep him; intending after Easter to bring him forth to the people.” Kis 12:3-4. Di sini digunakan kata Easter. Jadi, yang hendak Herodes rayakan adalah Easter bukan Passover.

Apa yang menjadi pembeda antara Easter dan Passover? Alkitab NKJV menjelaskan hal itu. Dalam Kel 12:13, “And the blood shall be to you for a token upon the houses where you are and when I see the blood, I will pass over you, and the plague shall not be upon you to destroy you, when I smite the land of Egypt”. Passover di dalam bahasa Yunani ditulis ‘Pascha’.  “Now on the first day of the Feast of the unleavened Bread the diciples came to Jesus, saying to Him, ‘Where do You want us to prepare for You to eat the Passover?’” Mat 26:17.

 Sangat jelas sekali bahwa Easter bukanlah merayakan kebangkitan Tuhan Yesus. Karena itu, mulai sekarang marilah kita mengubah tradisi yang salah selama ini dan mulai menggunakan kata Happy Passover kepada saudara seiman. Happy Passover, pembaca Jawaban.com

sumber lainnya :

http://www.onenesschristian.org/easter.htm

http://www.lasttrumpetministries.org/tracts/tract1.html

Sumber : by loishoriyanti / http://www.jawban.com/

Easter Tidak Sama dengan Paskah Bahkan Bertentangan (1/2)

Posted: 11th April 2012 by Johan,S.Kom in Uncategorized
Tags:

Seperti yang dirilis oleh wikimu, Paskah sama sekali tidak sama dengan Easter, bahkan bertentangan. Jika Paskah memperingati kematian sampai kebangkitan Tuhan Yesus, Easter sendiri memperingati perayaan kebangkitan seorang dewa bernama Tamus, yaitu dewa musim semi dan dewa fajar (tempat matahari terbit). Tamus disebut-sebut sebagai anak dari dewi bulan dan dewa matahari. Tamus sendiri disebutkan di dalam Yeh 8:14. “Lalu dibawa-Nya aku dekat pintu gerbang rumah Tuhan yang di sebelah utara, sungguh, di sana ada perempuan-perempuan yang menangisi dewa Tamus.”

Yehezkiel diajak untuk melihat perbuatan keji tua-tua kaum Israel yang dilakukan di tempat tertutup. Perbuatan keji yang lebih besar lagi daripada itu, Yehezkiel kemudian diajak melihat ada kira-kira 25 orang laki-laki, yang membelakangi bait Tuhan dan menghadap ke sebelah timur sambil sujud pada matahari di sebelah timur (ay 16).

Easter dirayakan saat pergantian musim dingin ke musim semi. Easter sendiri berasal dari kata Eostre. Tradisi mereka berhubungan erat dengan kelinci Easter (kelinci adalah binatang yang paling disukai Tamus) dan telur warna-warni (melambangkan hidup yang terus berlangsung dan kebangkitan). Dalam buku The American Book of Days yang ditulis oleh George William Dougles, dikatakan, “Festival Eostre merayakan kehidupan baru di musim semi sehingga sangat mudah dikaitkan dengan perayaan kebangkitan Tuhan Yesus. Tidak diragukan lagi bahwa Gereja Roma pada masa awal mengadopsi tradisi mereka dan memberikan makna kekristenan di dalamnya.”

 Itulah sebabnya mengapa Easter sampai sekarang ini sangat berkaitan erat dengan Paskah, padahal berasal dari latar belakang yang begitu berbeda bahkan bertentangan. Ketika hendak mengucapkan Selamat Paskah dalam bahasa Inggris, sebutlah Happy Passover, bukan Happy Easter.

sumber lainnya :

http://www.onenesschristian.org/easter.htm

http://www.lasttrumpetministries.org/tracts/tract1.html

Sumber : by loishoriyanti /www.jawaban.com

Pakannya Tidak Laku, Pria Ini Malah Beri Anak Ayam Gratis

Posted: 5th March 2012 by Johan,S.Kom in Uncategorized
Tags:
Comments Off

Seorang pria paruh baya mempunyai sebuah toko makanan ternak yang tidak begitu laku. Makin hari, makin sedikit orang yang beli pakan ternak tersebut. Dalam keputusasaannya, pria tersebut mendapat ide gila yaitu menginvestasikan uang 50 dolar (uang yang cukup banyak pada zaman itu) untuk membeli 1000 ekor anak ayam.

Para tetangganya langsung mengejek dan menganggap pria itu gila. Jual pakan ayam saja tidak bisa, apalagi jual anak ayam. Mereka lebih heran lagi ketika tahu bahwa pria ini tidak menjual anak ayam tersebut. Sebaliknya, ia memberikan anak-anak ayam tersebut secara GRATIS kepada pembeli pakan ternaknya.

‘Benar-benar gila!,’ pikir mereka. Tokonya mau bangkrut, malah beli banyak anak ayam. Terus membagi-bagikan anak ayam tersebut secara gratis. Mana ada pebisnis waras yang melakukan itu?

Nyatanya, setelah ada program gratis anak ayam tersebut, mulai banyak orang yang beli di tokonya. Semakin hari ternyata tokonya semakin laris saja. Selidik punya selidik, ternyata pembeli yang menerima anak ayam gratis itu kembali lagi. Mengapa bisa demikian?

 Tentu saja karena mereka mau beli makanan ayam untuk anak ayam gratisan itu. Karena itu, jangan pernah takut untuk memberi karena memberi adalah langkah pertama untuk menerima.

Sumber :  blackberry/lh3 / www.jawaban.com

Keluarga Kaya di Sebuah Gereja Kecil

Posted: 5th March 2012 by Johan,S.Kom in Uncategorized
Tags:
Comments Off

Saya tidak pernah bisa melupakan Paskah di tahun 1946 itu. Saya berumur 14 tahun, adik saya Ocy berumur 12 tahun, dan kakak saya Darlene berumur 16 tahun. Kami tinggal bersama ibu kami, karena ayah kami telah meninggal dunia lima tahun sebelumnya, dan meninggalkan ibu tujuh orang anak untuk dibesarkan tanpa meninggalkan uang sepeser pun.

Di tahun 1946 itu kakak laki-laki saya dan kakak perempuan saya yang tertua telah menikah, jadi kami hanya tinggal berempat. Sebulan sebelum Paskah, pendeta kami mengumumkan tentang persembahan khusus Paskah untuk membantu keluarga miskin. Dia meminta seluruh jemaat untuk menabung dan berkorban.

Ketika kami pulang, kami diskusi bagaimana kami bisa melakukannya. Akhirnya kami putuskan untuk membeli 50 pounds kentang dan hidup selama sebulan dengan kentang tersebut. Dengan cara itu kami bisa menghemat 20 dolar dari uang belanja kami. Kami juga mematikan lampu dan tidak mendengarkan radio untuk menghemat uang. Darlene bekerja membersihkan rumah dan halaman tetangga sebanyak mungkin, sedangkan kami berdua menjaga anak untuk setiap orang yang kami bisa. Kami juga membeli kain katun seharga 15 sen lalu menjahitnya menjadi pegangan panci dan menjualnya sepasang seharga 1 dolar. Kami menghasilkan 20 dolar dari pegangan panci itu. Bulan tersebut merupakan bulan terbaik dalam hidup kami.
Setiap hari kami menghitung berapa banyak uang yang bisa kami tabung. Ketika malam tiba kami akan duduk dalam kegelapan dan membicarakan apa yang bisa dilakukan keluarga miskin dengan uang yang akan kami persembangkan kepada gereja. Ada 80 orang di gereja, jadi bayangkan berapa banyak uang yang bisa dikumpulkan.

Sehari sebelum Paskah itu, kami ke toko dan meminta tolong pada manajernya untuk menukar uang kami dengan uang yang baru berupa tiga lembar 20 dolar, satu lembar 10 dolar untuk uang receh yang kami kumpulkan.

Kami berlari kerumah dan menunjukkan uang itu kepada ibu dan Darlene. Kami belum pernah uang sebanyak itu sebelumnya.

Malam itu kami begitu bersemangat sehingga sulit untuk tidur. Kami tidak peduli kalau kami tidak memakai baju baru pada saat Paskah; kami punya 70 dolar untuk persembahan.

Minggu pagi, sekalipun hujan turun, kami tetap pergi ke gereja. Kami tidak punya payung, gereja berjarak 1 mill dari rumah kami, namun sekalipun harus basah ketika sampai di gereja hal tersebut tidak menghalangi kami untuk pergi ke gereja. Kami duduk di gereja dengan bangga. Saya mendengar beberapa gadis remaja mengatakan gadis-gadis keluarga Smith menggunakan baju lamanya. Saya melihat mereka yang pakai baju baru, dan saya tetap merasa kaya.

Ketika tiba saat persembahan, ibu memasukkan 10 dolar, dan tiap kami memasukkan 20 dolar.

Kami pulang ke rumah sambil bernyanyi sepanjang jalan. Saat makan siang, ibu memberi kejutan. Dia membeli selusin telur dan kami merebusnya dan memakannya dengan kentang goreng! Di sore harinya, pendeta datang ke rumah kami. Ibu membuka pintu dan berbicara dengannya sebentar, kemudian kembali kepada kami dengan amplop di tangannya. Disana ada tiga lembar uang 20 dolar baru, 10 dolar dan 1 dolar sebanyak tujuh lembar.

Ibu memasukkanya kembali ke dalam amplop. Kami tidak bicara, hanya duduk dan memandangi lantai. Awalnya kami seperti jutawan, namun sekarang merasa sangat miskin. Kami anak-anak merasa sangat bahagia dan kami bersedih untuk mereka yang tidak memiliki ayah dan ibu dan rumah yang penuh dengan kakak dan adik seperti kami.

Paskah itu saya baru tahu bahwa kami miskin, ketika pendeta itu datang dan memberi kami uang. Saya tidak suka menjadi miskin. Saya merasa malu – saya tidak ingin kembali ke gereja. Sepanjang minggu itu, kami tidak banyak bicara, kai sedih karena kami dipandang sebagai orang miskin.

Namun ketika hari minggu tiba, ibu memaksa kami untuk tetap datang ke gereja. Dalam perjalanan ibu bernyanyi, namun kami tetap diam saja. Setiba di gereja, ada seorang misionaris yang berkotbah. Dia menceritakan bagaimana gereja di Afrika yang dibuat dari batu bata yang di jemur, dan mereka membutuhkan uang untuk membeli atap. Dia berkata, 100 dolar akan memberi atap bagi gereja tersebut. Pendeta kami berkata, “Bisakah kita berkorban untuk orang-orang yang kurang beruntung ini?” Kami saling bertatapan satu sama lain dan tersenyum untuk pertama kalinya di minggu itu.

Ibu mengambil amplop yang di terimanya. Ia menyerahkannya ke Darlene. Darlene memberikannya pada saya. Saya menyerahkannya pada Ocy. Dan Ocy memasukkannya pada kotak persembahan.

Ketika persembahan itu di hitung, pendeta mengumumkah bahwa persembahan itu 100 dolar lebih sedikit. Misionaris itu begitu senang,. Dia tidak berharap sebesar itu, dari persembahan gereja yang kecil seperti gereja kami. Dia berkata, “Anda pasti memiliki beberapa orang kaya di gereja ini.”

Tiba-tiba hal itu menyadarkan kami! Kami telah memberikan 87 dolar dari “100 dolar lebih sedikit” tadi. Kami adalah keluarga kaya di gereja itu! Bukankah misionaris itu berkata demikian? Jadi mulai saat itu saya tidak pernah merasa miskin lagi. Saya selalu mengingat bagaimana saya kaya  karena memiliki Yesus!

Sumber :  skywriting.net/ By: Eddie Ogan — from: Bill Rayborn/ www.jawaban.com

Berdoa Agar Tidak Menangis

Posted: 20th January 2012 by Johan,S.Kom in Uncategorized
Tags:
Comments Off

Suatu kali seorang anak sedang mengikuti sebuah lomba lari. Hari itu suasana sungguh meriah karena itu adalah babak final, salah satunya adalah Rio. Sebelum pertandingan dimulai Rio menundukkan kepala, melipat tangan dan berkomat kamit memanjatkan doa. Pertandingan dimulai, ternyata Rio pertama kali mencapai garis finish. Tentu Rio girang sekali menjadi juara.

Saat pembagian hadiah, ketua panitia bertanya, “Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang bukan?” Rio menggeleng. “Bukan pak, rasanya tidak adil meminta pada Tuhan untuk menolong mengalahkan orang lain. Aku hanya minta pada Tuhan, supaya aku tidak menangis kalau aku kalah.” Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk tangan yang memenuhi ruangan.

Permohonan Rio ini merupakan doa yang luar biasa. Dia tidak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya, namun ia berdoa agar diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi dengan batin yang teguh.

Seringkali kita berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Kita ingin Tuhan menjadikan kita nomor satu, menjadikan yang terbaik dalam setiap kesempatan. Kita meminta agar Tuhan menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Tidak salah memang, namun bukankah semestinya yang kita butuhkan adalah bimbingan-Nya dan hikmat untuk dapat mengerti rencana-Nya yang paling sempurna dalam hidup kita, terutama  saat kita mengalami “kegagalan dan kekalahan”?

Seharusnya kita berdoa minta kekuatan untuk bisa menerima kehendak Tuhan yang sempurna sebagai yang terbaik dalam hidup, sekalipun mungkin itu sangat tidak mnyenangkan bagi kita. Berdoa utk menang itu biasa, tapi berdoa utk dpt mengerti kehendakNya saat kita kalah itulah iman yang teguh!

Sumber : www.jawaban.com

Indahnya Sifat Allah

Posted: 20th January 2012 by Johan,S.Kom in Uncategorized
Tags:
Comments Off

Inilah yang terindah dari sifat Allah: Dia mengasihi kita apapun keadaan kita. Baik kita buta, tuli, maupun tidak setia baik secara jasmani dan rohani.

Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah. ~ Yesaya 40:31

Sumber : www.jawaban.com

Kota Benteng Kehidupan

 

Mazmur 46:8

TUHAN semesta alam menyertai kita, kotabenteng kita ialah Allah Yakub. Sela

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 20; Matius 20; Kejadian 39-40

Benteng secara harfiah adalah tembok yang mengelilingi sebuah kota atau negara yang berfungsi untuk melindungi daerah tersebut dari serangan musuh. Benteng terbesar dan terpanjang yang masih bisa kita saksikan sampai saat ini adalah Tembok Besar (Great Wall) China, walau demikian tembok tersebut tidak bisa menjamin keamanan dinasti China di masa itu.

Akitab menyatakan bahwa “kota benteng kita ialah Allah Yakub”. Jika benteng secara jasmani dibentuk dari batu-batu yang disusun dengan kuat, maka benteng kita baik secara jasmani dan rohani lebih kuat dari batu-batu tersebut, karena Tuhan sendiri yang melindungi kita.

Setiap hari baik kita sadar atau pun tidak sadar sedang menghadapi peperangan, namun bukan melawan darah dan daging melainkan melawan penguasa-penguasa diudara. Namun jika Anda sadar bahwa Tuhan adalah kota benteng Anda, masihkah perlukah Anda takut? Mari katakan seperti yang disampaikan Rasul Paulus kepada jemaat di Roma, “Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?” (Roma 8:31).

Hari ini, peperangan apa yang sedang Anda hadapi? Jangan takut dan percayalah bahwa Tuhan akan memberikan kemenangan dalam hidup Anda. Ingat satu hal ini, Tuhan menyertai kita, Dia adalah kota benteng kita.

Kota benteng kita adalah Tuhan, jika Dia dipihak kita siapakah lawan kita? Jangan takut, kemenangan menanti Anda.

Sumber : http://www.jawaban.com| Puji Astuti